Gara-gara Komentar soal Cowok di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

Kompas.com - 09/04/2019, 08:03 WIB
Ilustrasi KOMPAS.com/LAKSONO HARI WIlustrasi

KOMPAS.com — Sejumlah siswi sekolah menengah atas (SMA) nekat mengeroyok seorang siswi sekolah menengah pertama (SMP) di Kalimantan Barat (Kalbar) hanya karena komentar di Facebook.

Akibatnya, korban dilarikan ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan di bagian kepala dan dada di Unit Radiologi Rumah Sakit Mitra Medika pada Senin (8/4/2019). 

Menurut Wakil Ketua Komisi Pengawasan dan Perlindungan Anak Daerah (KPPAD) Kalbar Tumbur Manalu, pengeroyokan tersebut dilakukan oleh 12 siswi pada Jumat (29/3/2019).

"Kejadian dua pekan lalu, Jumat (29/3/2019), tetapi baru dilaporkan kepada orangtuanya Jumat (5/4/2019) dan ada pengaduan ke Polsek Pontianak Selatan. Kemudian kami dari KPAD langsung menerima pengaduan," kata Manalu di Kantor KPPAD, Senin (8/4/2019).

Baca Juga: Dua Kelompok Pelajar SMK Cirebon Tawuran di Sumedang, Ini Kronologinya

Seperti dikutip dari Tribunnews, Manalu menjelaskan, pemicu pengeroyokan tersebut adalah masalah asmara antara kakak sepupu korban dan salah satu pelaku pengeroyokan.

Saat itu korban turut berkomentar di laman Facebook kakak sepupunya. Namun, komentarnya dianggap menyinggung salah satu pelaku.

"Permasalahan awal karena masalah cowok. Menurut info, kakak sepupu korban merupakan mantan pacar dari pelaku penganiayaan ini. Di media sosial mereka saling komentar sehingga pelaku menjemput korban karena kesal terhadap komentar itu," katanya.

Para pelaku diketahui nekat menjemput korban di rumahnya dan berdalih untuk diajak ngobrol.

Korban pun diajak ke Jalan Sulawesi dan Taman Akcaya. Berdasarkan keterangan korban, di dua lokasi tersebut para pelaku melakukan tindak kekerasan.  

Baca Juga: Kronologi Tawuran Antar-pelajar SMK PA Vs SMK KBM yang Tewaskan Satu Orang

Sementara itu, pihak Polresta Pontianak mengaku telah menerima laporan kasus tersebut. Rencananya, polisi akan memanggil orangtua korban.  

"Kami akan panggil orangtua korban," kata Kanit PPA Polresta Pontianak Iptu Inayatun Nurhasanah.

Selain itu, Wali Kota Pontianak Edi Rusdi Kamtono meminta pihak kepolisian dan Dinas Pendidikan Pontianak untuk menuntaskan kasus tersebut.

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul: Terbakar Cemburu Komentar di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Jalan Sulawesi



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Selidiki Jejak Komunikasi Muncikari

Dugaan Prostitusi Artis H, Polisi Selidiki Jejak Komunikasi Muncikari

Regional
Positif Covid-19, Ketua DPRD Rembang Gus Kamil Punya Riwayat Terima Banyak Tamu

Positif Covid-19, Ketua DPRD Rembang Gus Kamil Punya Riwayat Terima Banyak Tamu

Regional
Dianggap Berlebihan Tetapkan Solo Zona Hitam, Ini Tanggapan Rudy

Dianggap Berlebihan Tetapkan Solo Zona Hitam, Ini Tanggapan Rudy

Regional
Warga 4 Desa di Kaki Gunung Layung Kutai Barat Tolak Tambang Batu Bara

Warga 4 Desa di Kaki Gunung Layung Kutai Barat Tolak Tambang Batu Bara

Regional
Hari Pertama Masuk Sekolah di Karimun, Ini Larangan untuk Murid dan Guru

Hari Pertama Masuk Sekolah di Karimun, Ini Larangan untuk Murid dan Guru

Regional
Ketahuan Bawa Surat Izin Masuk Palsu, Pria Ini Menangis Kena Sanksi dari Petugas Covid-19

Ketahuan Bawa Surat Izin Masuk Palsu, Pria Ini Menangis Kena Sanksi dari Petugas Covid-19

Regional
Gus Kamil, Ketua DPRD Rembang yang Meninggal, Dinyatakan Positif Covid-19

Gus Kamil, Ketua DPRD Rembang yang Meninggal, Dinyatakan Positif Covid-19

Regional
Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Stasiun TVRI Jawa Timur Ditutup

Pegawai Meninggal karena Covid-19, Kantor Stasiun TVRI Jawa Timur Ditutup

Regional
Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Jadi Tersangka

Anggota DPRD Makassar Penjamin Pengambilan Jenazah Covid-19 Jadi Tersangka

Regional
Baru Mau Diisolasi karena Indikasi Covid-19, Pasien Dijemput Paksa oleh Keluarga

Baru Mau Diisolasi karena Indikasi Covid-19, Pasien Dijemput Paksa oleh Keluarga

Regional
Agar Jera, Izin Praktik Bidan yang Biarkan Seorang Ibu Melahirkan di Depan Rumah Dicabut

Agar Jera, Izin Praktik Bidan yang Biarkan Seorang Ibu Melahirkan di Depan Rumah Dicabut

Regional
Sulitnya Bersekolah Lagi di Tengah Pandemi Corona...

Sulitnya Bersekolah Lagi di Tengah Pandemi Corona...

Regional
Mudahkan Masyarakat Berzakat di Tengah Pandemi, Kang Emil Minta Baznas Jabar Berinovasi

Mudahkan Masyarakat Berzakat di Tengah Pandemi, Kang Emil Minta Baznas Jabar Berinovasi

Regional
60 Pegawai RRI Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Aktivitas Siaran Dihentikan Sementara

60 Pegawai RRI Surabaya Positif Covid-19, Seluruh Aktivitas Siaran Dihentikan Sementara

Regional
Anggota Dewan Meninggal, Kantor DPRD Jateng Ditutup 4 Hari

Anggota Dewan Meninggal, Kantor DPRD Jateng Ditutup 4 Hari

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X