Psikolog Akan Dilibatkan dalam Penanganan Kasus Pengeroyokan Siswi SMP oleh Siswi SMA di Pontianak

Kompas.com - 09/04/2019, 20:30 WIB
Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menggelar pers rilis terkait perkara pengeroyokan pelajar di Pontianak,  Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019). KOMPAS.com/HENDRA CIPTA1Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Kalimantan Barat, Eka Nurhayati Ishak menggelar pers rilis terkait perkara pengeroyokan pelajar di Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (9/4/2019).

PONTIANAK, KOMPAS.com - Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Provinsi Kalimantan Barat akan melibatkan psikolog dalam penanganan AD (14), siswi SMP yang diduga dikeroyok 12 siswi SMA di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar). 

Sebelumnya, perkara pengeroyokan tersebut diduga berawal dari saling adu komentar di Facebook.

"Kami akan berkoordinasi dengan psikolog untuk membantu pelaku dan korban. Yakni memberikan pendampingan hypnoprana dan psikolog klinis," kata
Divisi Hubungan Antar Lembaga KPPAD Kalbar, Sulastri, Selasa (9/4/2019).

Baca juga: Gara-gara Komentar soal Cowok di Facebook, 12 Siswi SMA Keroyok Siswi SMP di Pontianak

KPPAD juga akan berkoordinasi dengan pihak keluarga pelaku dan korban, terutama terkait perlindungan pendidikan anak.

"Kami tidak melakukan pendekatan terhadap pihak sekolah saja, namun dari keluarga mereka juga agar bisa menentukan bagaimana baiknya agar kedua pihak ini mendapatkan perlindungan pendidikan," ujarnya.

Dia menjelaskan, sebenarnya mereka tidak akan dilema dalam menangani perkara tersebut. Sebab, beberapa pelaku sudah pada tingkat akhir masa sekolah. Hanya saja dua yang lain masih duduk di kelas X atau kelas satu.

Baca juga: Ini Kronologi Pengeroyokan Siswi SMP oleh 12 Siswi SMA Gara-gara Komentar di Facebook

Kemudian ditambah dengan adanya pemberitaan yang cukup vulgar menampilkan identitas mereka di salah satu media lokal.

"Saat ini dua pelaku yang masih kelas X dikabarkan mulai di-bully teman-temannya. Bahkan sampai menangis," ujarnya.

Sementara itu, kasus pengeroyokan tersebut telah ditangani pihak kepolisian dan dalam proses penyelidikan.

"Kemarin kita menerima limpahan perkara dari Polsek Pontianak Selatan. Sekarang masih kita dalami," kata Kanit PPA Polresta Pontianak Inayatun.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-bom Bunuh Diri di Medan, Polisi Bandung Batasi Ojek Online Masuk Markas

Pasca-bom Bunuh Diri di Medan, Polisi Bandung Batasi Ojek Online Masuk Markas

Regional
Meski Dijaga Polisi, 10 Makam di Tasikmalaya Kembali Dibongkar Orang Tak Dikenal

Meski Dijaga Polisi, 10 Makam di Tasikmalaya Kembali Dibongkar Orang Tak Dikenal

Regional
Jelang HUT OPM 1 Desember, Ini yang Dilakukan Polres Jayawijaya

Jelang HUT OPM 1 Desember, Ini yang Dilakukan Polres Jayawijaya

Regional
Eksekusi Gedung Astranawa Ricuh, 3 Orang Diamankan

Eksekusi Gedung Astranawa Ricuh, 3 Orang Diamankan

Regional
Cemburu, Alasan Suami Tusuk Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan

Cemburu, Alasan Suami Tusuk Istrinya yang Sedang Hamil 5 Bulan

Regional
Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Penjagaan di Pintu Masuk Polda Jatim Diperketat

Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Penjagaan di Pintu Masuk Polda Jatim Diperketat

Regional
Cerita Warga soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar

Cerita Warga soal Terduga Teroris yang Ditangkap di Kampar

Regional
Fakta Lengkap Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Meledak di Area Parkir hingga Siagakan Anjing Pelacak

Fakta Lengkap Bom Bunuh Diri di Mapolrestabes Medan, Meledak di Area Parkir hingga Siagakan Anjing Pelacak

Regional
Pemprov Sumut Prihatin dengan Serangan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Pemprov Sumut Prihatin dengan Serangan Bom Bunuh Diri di Polrestabes Medan

Regional
Pasca-Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Badung Bali Tingkatkan Penjagaan

Pasca-Bom Bunuh Diri di Medan, Polres Badung Bali Tingkatkan Penjagaan

Regional
Terkait Bom Bunuh Diri di Medan, Grab Nyatakan Siap Bantu Kepolisian

Terkait Bom Bunuh Diri di Medan, Grab Nyatakan Siap Bantu Kepolisian

Regional
Lomba Paduan Suara Katolik di Papua, Panitia Berasal dari Lima Unsur Agama

Lomba Paduan Suara Katolik di Papua, Panitia Berasal dari Lima Unsur Agama

Regional
250 Mahasiswa Serentak Tanam Pohon di Situs Ratu Boko

250 Mahasiswa Serentak Tanam Pohon di Situs Ratu Boko

Regional
Pasca-Bom Bunuh Diri di Mako Polrestabes Medan, Jalan MH Said Ditutup

Pasca-Bom Bunuh Diri di Mako Polrestabes Medan, Jalan MH Said Ditutup

Regional
Dishub Jabar: Pembuatan Jalur Khusus Tambang Solusi Paling Rasional

Dishub Jabar: Pembuatan Jalur Khusus Tambang Solusi Paling Rasional

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X