Kualitas Udara di Kalimantan Barat pada Level Berbahaya

Kompas.com - 20/09/2019, 14:17 WIB
BKSDA Kalbar bersama IAR Indonesia menyelamatkan 2 individu orangutan yang jadi korban kebakaran hutan dan lahan di Ketapang, Kalimantan Barat. dok IAR IndonesiaBKSDA Kalbar bersama IAR Indonesia menyelamatkan 2 individu orangutan yang jadi korban kebakaran hutan dan lahan di Ketapang, Kalimantan Barat.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menimbulkan kabut asap pekat di hampir seluruh wilayah Kalimantan Barat.

Berdasarkan pengolahan data Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan), Jumat (20/9/2019), terpantau 1.431 titik panas di Kalbar.

Jumlah titik panas itu paling banyak ditemukan di Kabupaten Ketapang, yakni 1.061 titik.

Kemudian, disusul Kabupaten Kayong Utara 128 titik, Melawi 64 titik, Kubu Raya 54 titik, dan Sintang 36 titik.

Sementara itu, berdasarkan informasi konsentrasi partikulat (PM10) yang dilansir dari laman Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Pontianak, kualitas udara hari ini jauh melampaui nilai ambang batas (NAB), yakni 495.05 µgram/m3.

Angka tersebut yang artinya masuk kategori berbahaya.

Baca juga: Polda Jatim Tetapkan Veronica Koman sebagai Buronan

Pantauan terakhir BMKG pada Jumat, pukul 13.53 WIB.

Sebagaimana diketahui, NAB adalah batas konsentrasi polusi udara yang diperbolehkan berada dalam udara ambien. Nilai ambang PM10 = 150 µgram/m3.

Sementara itu, kebakaran hutan dan lahan nyaris menghanguskan komplek perumahan Nuansa Serdam Residence di Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, Jumat (20/9/2019).

Sejumlah warga memilih mengungsi, karena api dan kabut asap yang semakin pekat.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terima Penghuni Baru di Tengah Pandemi, Izin Indekos di Solo Bakal Dicabut

Terima Penghuni Baru di Tengah Pandemi, Izin Indekos di Solo Bakal Dicabut

Regional
Satpol PP Amankan Tiga Pasang Kekasih Bermesraan di Alun-alun Jember

Satpol PP Amankan Tiga Pasang Kekasih Bermesraan di Alun-alun Jember

Regional
Pemain Bhayangkara FC Saddil Ramdani Diduga Aniaya Warga Kendari

Pemain Bhayangkara FC Saddil Ramdani Diduga Aniaya Warga Kendari

Regional
Fakta di Balik Warga Tolak ODP dan PDP Diisolasi di Wisma Atlet, Ketua RT Jadi Pelaku Provokasi

Fakta di Balik Warga Tolak ODP dan PDP Diisolasi di Wisma Atlet, Ketua RT Jadi Pelaku Provokasi

Regional
'Ini Anak Manusia, Bukan Anak Ayam, Nyawa Anak Saya Melayang'

"Ini Anak Manusia, Bukan Anak Ayam, Nyawa Anak Saya Melayang"

Regional
Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Alor, NTT

Gempa Bumi Magnitudo 5,5 Guncang Alor, NTT

Regional
Pasien PDP Covid-19 yang Meninggal di Nagekeo, Sempat Ditolak Saat Akan Dimakamkan

Pasien PDP Covid-19 yang Meninggal di Nagekeo, Sempat Ditolak Saat Akan Dimakamkan

Regional
Bocah yang Masuk Parit Bandung Ditemukan Tewas di Sungai Dekat Pabrik

Bocah yang Masuk Parit Bandung Ditemukan Tewas di Sungai Dekat Pabrik

Regional
UPDATE: Wali Kota Sukabumi Umumkan 1 Pasien Pertama Positif Covid-19

UPDATE: Wali Kota Sukabumi Umumkan 1 Pasien Pertama Positif Covid-19

Regional
Ibu Zaenal Heran, 9 Polisi yang Aniaya Anaknya hingga Tewas Dituntut 1 Tahun Penjara

Ibu Zaenal Heran, 9 Polisi yang Aniaya Anaknya hingga Tewas Dituntut 1 Tahun Penjara

Regional
Jenazah Pasien Covid-19 di Sulsel Bakal Dimakamkan di Kabupaten Gowa

Jenazah Pasien Covid-19 di Sulsel Bakal Dimakamkan di Kabupaten Gowa

Regional
Fakta Oknum Kades di Wonogiri Digerebek Warga karena Selingkuh dengan Istri Orang, Dipergoki Suami

Fakta Oknum Kades di Wonogiri Digerebek Warga karena Selingkuh dengan Istri Orang, Dipergoki Suami

Regional
WNA Dilarang Masuk ke Indonesia, Penjagaan Pelabuhan dan Bandara di Batam Diperketat

WNA Dilarang Masuk ke Indonesia, Penjagaan Pelabuhan dan Bandara di Batam Diperketat

Regional
Gelembung Berukuran Besar Ditemukan di Dekat Gunung Anak Krakatau

Gelembung Berukuran Besar Ditemukan di Dekat Gunung Anak Krakatau

Regional
Masa Belajar di Rumah Siswa Palembang Diperpanjang hingga 25 April

Masa Belajar di Rumah Siswa Palembang Diperpanjang hingga 25 April

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X