Pertamina Diberi Waktu 5 Hari Atasi Kelangkaan Elpiji 3 Kg di Kalbar

Kompas.com - 30/07/2020, 18:00 WIB
Satpol PP dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak beserta Hiswana Migas yang tergabung dalam Tim Penertiban Gas Elpiji Bersubsidi menggelar razia di sejumlah tempat usaha yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram, Jumat (24/7/2020). Tim penertiban menyisir sejumlah tempat usaha seperti warung kopi, rumah makan, restoran dan hotel. Hasilnya sebanyak 11 tabung elpiji bersubsidi disita untuk ditukar dengan tabung gas elpiji non subsidi. dok Pemkot PontianakSatpol PP dan Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak beserta Hiswana Migas yang tergabung dalam Tim Penertiban Gas Elpiji Bersubsidi menggelar razia di sejumlah tempat usaha yang menggunakan gas elpiji 3 kilogram, Jumat (24/7/2020). Tim penertiban menyisir sejumlah tempat usaha seperti warung kopi, rumah makan, restoran dan hotel. Hasilnya sebanyak 11 tabung elpiji bersubsidi disita untuk ditukar dengan tabung gas elpiji non subsidi.

PONTIANAK, KOMPAS.com - Gubernur Kalimantan Barat ( Kalbar) Sutarmidji memberi waktu 5 hari kepada PT Pertamina Marketing Operation Region (MOR) VI Kalbar untuk mengatasi kelangkaan gas elpiji 3 kilogram.

"Saya berikan waktu Pertamina 5 hari untuk menyelesaikan kelangkaan elpiji 3 Kg. Kalau tidak selesai, dia harus selesai," kata Sutarmidji dalam keterangan tertulisnya usai menerima kunjungan Kepala BPH Migas M. Fanshurullah Asa dan Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman, Kamis (30/7/2020).

Menurut dia, berdasarkan data terpadu yang dia miliki, keluarga sejahtera atau orang miskin di Kalbar ada sebanyak 462 ribu jiwa yang.

Baca juga: Elpiji 3 Kg Langka, Gubernur Kalbar Minta Pertamina Lebih Terbuka

Jumlah tersebut harusnya lebih kecil jika dibandingkan pasokan gas elpiji yang beredar di masyarakat.

"Sekarang tata niaganya, dari agen ke pangkalan, lalu pengecer. Ini semua bisa diatur. Kalau terjadi kelangkaan, agen yang harus bertanggung jawab. Agen yang nakal-nakal berhentikan saja," harap Sutarmidji.

Sutarmidji mengaku telah memerintahkan Satpol PP untuk merazia masyarakat yang tidak berhak menggunakan gas elpiji 3 kilogram.

"Kita akan tegas, Percayalah. Semua masyarakat yang tidak berhak menggunakan elpiji 3 kg akan kita tindak," tegas Sutarmidji.

Baca juga: Pertamina Pastikan Ketersediaan Gas Elpiji untuk Rumah Tangga Aman

Anggota Komisi VII DPR RI Maman Abdurahman meminta pemerintah daerah benar-benar ikut aktif mengawasi penyaluran gas elpiji agar tepat sasaran.

Untuk itu, Maman mendorong pemerintah untuk merealisasikan pembangunan pipa gas di jaringan wilayah Kalimantan, khususnya Kalbar.

"Kita mendorong atau mendesak agar segera dimasukkan dalam renstra dan rencana induk pemerintah. Pembangunan pipa Gas ini untuk meningkatkan peradaban masyarakat," kata Maman.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Gunung Semeru Meletus Keluarkan Awan Panas dan Guguran Lava, Mengarah ke Lumajang

Regional
BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

BNPB Minta Warga Waspadai Lahar Dingin Pasca-letusan Gunung Semeru

Regional
Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Mantan Pejabat BNN Sumut Jadi Tersangka Dugaan Penggelapan Rp 756 Juta

Regional
Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Harga Cabai Rawit Merah di Cianjur Tembus Rp 100.000 Per Kg

Regional
Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Sungai di Manado Meluap, Warga Diminta Mengungsi

Regional
Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Kronologi Kejar-kejaran Satgas Bea Cukai Vs Kapal Rokok Ilegal, Kapal Satgas Sempat Dilempari Bom Molotov

Regional
Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Di Tengah Pandemi, Lapangan Migas di Sumsel Bukukan Kenaikan Produksi

Regional
BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

BPPTKG Rekomendasikan Pengungsi di Luar Daerah Bahaya Letusan Merapi untuk Pulang

Regional
Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Marah Tanah Warisan Ayahnya Digarap, Keponakan Aniaya Paman Hingga Tewas

Regional
PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

PLN Pasang Telepon Satelit, Perlancar Koordinasi Penanganan Pasca-gempa Sulbar

Regional
Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Sumbar Siapkan 5 RS Rujukan bagi Warga yang Alami Efek Samping Vaksinasi

Regional
Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Gubernur NTB Promosikan Sepeda Listrik Buatan Lokal ke Menpar

Regional
Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Pegiat Bahasa Sunda Bersiap Sambut Hari Bahasa Ibu Internasional

Regional
Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Kematian Pasien Covid-19 di Atas 50 Tahun di Kulon Progo Terus Bertambah

Regional
Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Alumni Sekolah dan Komunitas Sosial Gelar Aksi Teaterikal Doakan Rahmania, Korban Sriwijaya Air SJ 182 Asal Kediri

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X