Polisi Amankan 35 Orang Saat Demo di DPRD Kalbar, 5 Reaktif Rapid Test

Kompas.com - 09/10/2020, 11:42 WIB
Aparat kepolisian mengamankan 35 perusuh saat aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Kamis (8/10/2020). Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, usai diamankan, 35 perusuh tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan rapid test. Hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAAparat kepolisian mengamankan 35 perusuh saat aksi demonstrasi menolak omnibus law UU Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Kamis (8/10/2020). Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, usai diamankan, 35 perusuh tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan rapid test. Hasilnya 5 orang dinyatakan reaktif.

PONTIANAK, KOMPAS.com – Polisi mengamankan 35 perusuh saat aksi demonstrasi menolak omnibus law Undang-undang (UU) Cipta Kerja di Gedung DPRD Kalimantan Barat ( Kalbar), Kamis (8/10/2020).

Kepala Bidang Humas Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, usai diamankan, 35 perusuh tersebut dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan rapid test. Hasilnya lima orang dinyatakan reaktif.

“Sebanyak lima orang dari 35 orang yang diamankan, hasil rapid test-nya reaktif,” kata Donny saat dihubungi Kompas.com, Jumat (9/10/2020).

Baca juga: Gubernur Kalbar: Saya Mohon Presiden Keluarkan Perppu Cabut Omnibus Law

Donny menerangkan, lima orang yang hasil rapid test reaktif akan dilanjutkan dengan pengambilan sampel swab yang akan dilakukan Tim Gugus Tugas Covid-19 Kalbar.

“Kepada para pengunjuk rasa agar tetap mematuhi protokol kesehatan, seperti menggunakan masker, karena khawatir akan menimbulkan klaster baru penyebaran virus corona,” minta Donny.

Sebelumnya, aksi demonstrasi menolak Omnibus Law dilakukan ratusan organisasi masyarakat dan mahasiswa di Gedung DPRD Kalbar sempat terjadi kericuhan, Kamis (8/10/2020).

Kericuhan bermula dari sekelompok orang yang merusak tanaman, pembakaran dan pelemparan batu di depan gedung DPRD.

Baca juga: Desak Terbitkan Perppu Omnibus Law, Gubernur Kalbar Surati Jokowi

Personel polisi anti huru-hara kemudian diterjunkan dan menghalau massa dengan gas air mata. Polisi juga mengamankan sejumlah orang yang diduga sebagai provokator.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Pasca-viral Video Para Santri Bersorak Dijemput Petugas Ber-APD, Pengelola: Kalau Imunitas Bagus Pasti Sehat Lagi

Regional
Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Mayat Perempuan Ditemukan di Pinggir Sungai, Polisi: Diperkirakan Meninggal 15 Hari Lalu

Regional
Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Pria yang Bacok Anggota DPRD Jeneponto Dijerat Pasal Berlapis

Regional
Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Tambang Batu di Ngawi Longsor, Sukimin Tewas Tertimbun

Regional
Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Bunga Bangkai Suweg Muncul di Taman Pekarangan Sekolah di Solo

Regional
Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Pengelola Tol Lampung Akan Batasi Kendaraan Besar Saat Libur Panjang

Regional
Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Langgar Protokol Kesehatan, Cabup Semarang Dapat Rekomendasi Larangan Kampanye

Regional
Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Ini 21 Titik di Kota Bandung Langganan Banjir Tiap Hujan Turun

Regional
Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Gugurkan Bakal Calon Jalur Independen, 8 Penyelenggara Pilkada Bukittinggi Disidang

Regional
Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Cerita ASN Penyintas Covid-19, Jadi Penghuni Ruang Isolasi akibat Lalai Protokol Kesehatan

Regional
RS Swasta di Pontianak Diminta Tak Rujuk Pasien yang Baru Terindikasi Covid-19

RS Swasta di Pontianak Diminta Tak Rujuk Pasien yang Baru Terindikasi Covid-19

Regional
Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Memohon Pandemi Covid-19 Segera Berakhir, Santri di Banyumas Gelar Istigasah

Regional
573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

573 Anak di Pesisir Kota Tegal Tak Bersekolah, Disdikbud Dirikan Sekolah Laut

Regional
Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Tur Pakai Motor, Ridwan Kamil dan Rombongan Habiskan Uang di Semarang

Regional
Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Dengar Kabar Akan Ada Unjuk Rasa, Belasan Pedagang Gelar Lapak Jualan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X